NUR KAMILAKUN ARISA

NUR KAMILAKUN ARISA
MY PICTURE

Senin, 12 September 2016

Kumpulan Lirik Lagu Payung Teduh

Lyrics


Released    : 16th Dec 2010
Title          : Payung Teduh

Angin Pujaan Hujan
song & lyric : Is

Datang dari mimpi semalam
Bulan bundar bermandikan sejuta cahaya
Di langit yang merah
Ranum seperti anggur
Wajahmu membuai mimpiku

Sang pujaan tak juga datang
Angin berhembus bercabang
Rinduku berbuah lara



Resah
Song : Is 
Lyric : Ketjak

Aku ingin berjalan bersamamu
Dalam hujan dan malam gelap
Tapi aku tak bisa melihat matamu

Aku ingin berdua denganmu
Diantara daun gugur
Aku ingin berdua denganmu
Tapi aku hanya melihat keresahanmu

Aku menunggu dengan sabar
Diatas sini melayang-layang
Tergoyang angin , menantikan tubuh itu



Cerita Tentang Gunung dan Laut
Song : Is
Lyric : Ketjak

Aku pernah berjalan disebuah bukit
Tak ada air
Tak ada rumput
Tanah terlalu kering untuk ditapaki
Panas selalu menghantam kaki dan kepalaku

Aku pernah berjalan diatas laut
Tak ada tanah
Tak ada batu
Air selalu merayu
Menggodaku masuk ke dalam pelukannya

Tak perlu tertawa atau menangis
Pada gunung dan laut
Karena gunung dan laut
Tak punya rasa

Aku tak pernah melihat gunung menangis
Biarpun matahari membakar tubuhnya
Aku tak pernah melihat laut tertawa
Biarpun kesejukkan bersama tariannya



Berdua Saja
Song & Lyric : Is

Ada yang tak sempat tergambarkan oleh kata
Ketika kita berdua
Hanya aku yang bisa bertanya
Mungkinkah kau tahu jawabnya

Malam jadi saksinya
Kita berdua diantara kata
Yang tak terucap
Berharap waktu membawa keberanian
Untuk datang membawa jawaban

Mungkinkah kita ada kesempatan
Ucapkan janji takkan berpisah selamanya



Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan
Song & Lyric : Is

Tak terasa gelap pun jatuh
Diujung malam menuju pagi yang dingin
Hanya ada sedikit bintang malam ini
Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya

Lalu mataku merasa malu
Semakin dalam ia malu kali ini
Kadang juga ia takut
Tatkala harus berpapasan ditengah pelariannya

Di malam hari
Menuju pagi
Sedikit cemas
Banyak rindunya




Malam
Lyric : Amalia Puri
Song : Is

Terang masih saja milik malam
Bahkan malam yang terlalu terang
Sanggup menjadi terik

Dan matahari masih sedih
Bersandar dibelakang
Mungkin ia belum lelah menanti
Kedatangan cinta

Atau ia sudah bosan
Menanti kedatangan apapun
Atau teriknya
Sudah tidak membangunkan kita lagi
Bukankah kita sudah berjanji semua selesai
Ketika ada kita



Tidurlah
Song : Is
Lyric : Amalia Puri 

Akhirnya malam tiba juga
Malam yang kunantikan sejak awal
Malam yang menjawab akhir kita
Inikah akhir yang kita ciptakan

Dan pagi takkan terisi lagi
Lonceng bertingkah sebagaimana mestinya
Membangunkan orang tanpa membagi
Sedikit asmara untuk memulai hari

Tidurlah
Malam terlalu malam
Tidurlah
Pagi terlalu pagi



Kita adalah Sisa-Sisa Keikhlasan yang Tak Diikhlaskan
Song & Lyric : Is

Kita tak semestinya berpijak diantara
Ragu yang tak berbatas
Seperti berdiri ditengah kehampaan
Mencoba untuk membuat pertemuan cinta

Ketika surya tenggelam
Bersama kisah yang tak terungkapkan
Mungkin bukan waktunya
Berbagi pada nestapa
Atau mungkin kita yang tidak kunjung siap

Kita pernah mencoba berjuang
Berjuang terlepas dari kehampaan ini
Meski hanyalah dua cinta
Yang tak tahu entah akan dibawa kemana

Kita adalah sisa-sisa keikhlasan
Yang tak diikhlaskan
Bertiup tak berarah
Berarah ke ketiadaan
Akankah bisa bertemu
Kelak didalam perjumpaan abadi



Kucari Kamu
Song & Lyric : Is

Kucari kamu dalam setiap malam
Dalam bayang masa suram
Kucari kamu dalam setiap langkah
Dalam ragu yang membisu
Kucari kamu dalam setiap ruang
Seperti aku yang menunggu kabar dari angin malam

Aku cari kamu
Disetiap malam yang panjang
Aku cari kamu
Kutemui kau tiada

Aku cari kamu
Di setiap bayang kau tersenyum
Aku cari kamu
Kutemui kau berubah

Kucari kamu dalam setiap jejak
Seperti aku yang menunggu kabar dari matahari

Amy
Song & Lyric : Is

Amy….

Minggu, 24 Januari 2016

SEJARAH OBAT

 SEJARAH OBAT

Obat merupakan semua zat baik kimiawi, hewani, maupun nabati dalam dosis yang layak dapat menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit serta gejalanya.

Obat Nabati
Kebanyakan obat yang digunakan di masa lalu adalah obat yang berasal dari tanaman. Dengan cara coba-mencoba, secara empiris orang purba mendapatkan pengalaman dengan berbagai macam daun atau akar tumbuhan untuk mengobati penyakit. Pengetahuan ini secara turun-temurun disimpan dan dikembangkan, sehingga muncul ilmu pengobatan rakyat, seperti pengobatan tradisional jamu di Indonesia.

Munculnya obat kimiawi sintesis
Pada permulaan abad ke-20, obat-obat kimia sintesis mulai tampak kemajuannya, dengan ditemukannya obat-obat termashyur, yaitu salvarsan dan aspirin sebagai pelopor, yang kemudian disusul oleh sejumlah obat lain. Pendobrakan sejati baru tercapai dengan penemuan dan penggunaan kemoterapeutika sulfatilamid (1935) dan penisilin (1940). Sebetulnya, sudah lebih dari dua ribu tahun diketahui bahwa borok bernanah dapat disembuhkan dengan menutupi luka menggunakan kapang-kapang tertentu, tetapi baru pada tahun 1928 khasiat ini diselidiki secara ilmiah oleh penemu penisilin Dr. Alexander Fleming.

Sejak tahun 1945 ilmu kimia, fisika dan kedokteran berkembang pesat (misalnya: sintesa kimia, fermentasi, teknologi rekombinan DNA) dan hal ini menguntungkan sekali bagi penelitian sistematis obat-obat baru. Beribu-ribu zat sintetik telah ditemukan, rata-rata 500 zat mengakibatkan perkembangan revolusioner di bidan farmakoterapi. Kebanyakan obat kuno ditinggalkan dan diganti dengan obat-obat mutakhir.

DEFINISI ILMU FARMASI

Analisis Klinik
Analisis Jamu
Analisis Kandungan Tumbuhan Obat
Analisis Makanan
Anatomi & Fisiologi Manusia
Anatomi & Fisiologi Tumbuhan
Aromaterapi
Bahan Aditif
Bahan Obat Kelautan
Bioanalisis
Biofarmasetika
Biokimia
Biologi Molekuler
Biologi Sel
Bioteknologi Farmasi
Efek Samping Obat Alam
Ekologi Tumbuhan
Etnofarmasi
Farmakoekonomika
Farmakoepidemiologi
Farmakognosi
Farmakokimia
Farmakokinetika
Farmakokinetika Klinik
Farmakologi Dasar
Farmakologi Klinik
Farmakologi Molekuler
Farmakologi Umum
Farmakoterapi
Farmakoterapi Endokrin & Sistem Hormon
Farmakoterapi Infeksi & Tumor
Farmakoterapi Sistem Pencernaan & Pernafasan
Farmasetika Dasar
Farmasi Fisik
Farmasi Klinik
Farmasi Sosial
Fitoterapi
Fotokimia Obat
Histopatologi
Imunologi Farmasetik
Khemotaksonomi
Kimia Analisis
Kimia Bahan Pangan
Kimia Farmasi Anorganik
Kimia Farmasi Dasar
Kimia Lingkungan & Pengolahan Limbah
Kimia Medisinal
Kimia Organik
Kimia Polimer
Konseling Farmasi
Kosmetika Alami
Kosmetologi
Kromatografi
Kultur Jaringan Tanaman
Manajemen Farmasi Industri
Manajemen Farmasi Rumah Sakit
Manajemen Farmasi Rumah Sakit
Metodologi & Desain Penelitian
Mikrobiologi Farmasi
Naskah Obat Tradisional
Nutrisi
Parasitologi
Patologi Klinik
Patologi Umum
Pelayanan Farmasi
Pengobatan Alternatif
Perbekalan Steril
Produk Alami Kelautan
Produk Suplemen
Protein Farmasetik
Radiofarmaka
Rekayasa Antibodi
Spektrofotometri
Spektrofotometri
Stabilitas Obat
Statistika Farmasi
Teknologi & Formulasi Sediaan Cair-Semi Padat
Teknologi & Formulasi Sediaan Steril
Teknologi Fermentasi
Teknologi Fitofarmasetik
Teknologi Gena Farmasetik
Teknologi Kimia
Teknologi Sediaan Farmasi
Toksikologi
Vitamin & Hormon
Zat Warna Alami

ARTIKEL FARMASI



pulvis
(By adelina febrianti)
Serbuk ( pulvis ) adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia  yang dihaluskan. Ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian melalui mulut saja, tetapi dapat juga digunakan untuk pemalaian luar dari tubuh, seperti pada bagian kulit.
Di dalam pembuatan serbuk, perlu diperhatikan ketelitian agar serbuk yang digerus dapaat benar – benar homogen. Supaya pada waktu dibungkus kertas perkamen, serbuk tersebut tidak menggumpal.
Sediaan serbuk digunakan untuk anak – anak dan orang dewasa terutama yang agak sukar untuk menelan kapsul atau tablet. Karena serbuk lebih mudah terdispersi dan lebih larut dibanding kapsul dan tablet.
Selain itu serbuk yang diayak harus diayak dengan melewati ayakan dengan derajat halus 100 mesh, sebagaimana yang telah ditentukan.
Sediaan serbukpun mempunyai kelebihan – kelebihan , diantaranya dokter lebih leluasa dalam memilih dosis yang sesuai sengan keadaan penderita, lebih stabil terutama untuk obat yang dirusak oleh airnyerapan lebih cepat dan lebih sempurna dibanding sediaan sediaan padat yang lainnya, sediaan / obat yang terlalu besar volumenya untuk di buat dalam bentuk tablet atau kapsul dapat dibuat dalam bentuk serbuk. Tetapi serbuk juga mempunyai kelemahan, yaitu tidak tertutupnya rasas tidak enak seperti pahit, sepat, lengket di lidah, dan dalam penyimpanannya menjadi lembab. Hal tersebut perlu di ketahui oleh kita, khususnya seorang pelajar farmasi.
 
Mozaik kapsul

by : ayu taskya
Dalam dunia farmasi terdapat berbagai macam sediaan obat yang bisa diberikan kepada pasien. Salah satunya adalah kapsul. Menurut Farmakope edisi III, kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Sama seperti sediaan lainnya, kapsul mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri baik dalam segi produksi maupun konsumsi.
Di kalangan masyarakat, kapsul bukanlah hal yang asing lagi. Banyak obat berbentuk kapsul beredar di pasaran. “ Kapsul ?! Ah gampang bikinnya “ , itulah kata yang sering dilontarkan masyarakat ketika muncul pertanyaan bagaimana membuat kapsul dan akhirnya menjadi sugesti bagi peserta didik yang memilih farmasi sebagai bidang yang akan ditekuninya.
Seringkali anak farmasi menganggap remeh cara pembuatan kapsul. Tetapi kenyataan tidak semudah yang dibayangkan. Banyak kendala dalam pembuatan kapsul. Selain keefektifan waktu, faktor kebersihan dan keseragaman bobot sangat diperhatikan karena faktor-faktor tersebut saling berkaitan dan berpengaruh besar . Semua kendala tersebut dapat diatasi dan dihindari dengan terus berlatih dan berlatih. Selain itu, seringlah bertanya kepada guru atau orang-orang yang kita anggap ahli dalam bidang tersebut untuk menambah ilmu yang kita miliki.
 Waktu terus berputar, ilmu farmasi semakin berkembang, tekhnologi semakin canggih, penyakit semakin kompleks. Apakah kapsul masih diproduksi di masa mendatang ? Biarlah waktu yang menjawab.

Pentingnya Ilmu Farmakologi
by : cahyani
 
Dalam ilmu farmasi ada yang di sebut dengan farmakologi. farmakologi adalah ilmu yang mempelajari mekanisme kerja atau efek obat dalam tubuh. Ilmu farmakologi juga merupakan dasar dari ilmu farmasi. Dalam ilmu farmakologi kita dapat mempelajari berbagai macam efek, mekanisme kerja, sejarah, khasiat, dan sebagainya tantang obat. Menurut banyak siswa, ilmu farmakologi agak sulit , tahu kenapa? Menuru mereka farmakologi itu terlalu banya hafalan, jadi terkesan farmakologi itu sulit. Apaila kiatmempelajari farmakologi dengan ikhlas, pasti semua akn terasa mudah. Apalagi ditambah guru yang baik hait dan tisak membosankan. Waw pasti menyenangkan bukan?
Farmakologi berperan penting untuk seseorang yang ingin menjadi asisten apoteker maupun apoteker. Ketika apoteker meracik obat, dia harus tahu apa efek dari obat itu kan? Nah, maka dari itu apoteker harus mempelajari ilmu farmakologi. Farmakologi juga dapat membantu dalam menemukan hal baru, contohnya membuat obat untuk penyakit yang langka. Selain itu, apoteker dapat mengkombinasikan obat – obat yang cocok dan berguna bagi semua orang, karena senelunya ia telah tahu apa efek yang akan terjadi.
Untuk siswa jurusa farmasi mulai saat ini harus menyukai ilmu farmakologi, agar dapata menjadi seorang apoteker yang gemar menemukan obat baruyang berguna bagi semua orang. 
Cara Sederhana Meracik “si bulat lonjong - CAPSULAE”
 by : Hany Silvyana Safitri
Kebanyakan orang mungkin sudah tahu ilmu kefarmasian itu “biangnya ilmu meracik obat” . Tapi tidak semua orang tahu bagaimana cara meracik obat . Butuh keterampilan khusus untuk membuat berbagai macam bentuk obat seperti yang ada di pasaran .
Berbagai macam bentuk obat yang di hasilkan dari ilmu kefarmasian . Serbuk ( pulvis ), tablet, sirup, salep, suppositoria, injeksi, kapsul, dll . Semua bentuk sediaan tersebut memiliki cara-cara khusus dalam pembuatannya, seperti halnya dalam pembuatan kapsul .
Kapsul itu sendiri merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut . Cara pengisian kapsul ada tiga cara, yaitu dengan tangan, dengan alat bukan mesin dan dengan alat mesin . Cara yang paling sederhana tentu dengan tangan, karena tanpa memerlukan bantuan alat lain . Pertama, meracik terlebih dahulu serbuk atau cairan sebagai isi dari  kapsul tersebut . Kedua, setelah isi kapsul selesai di buat, masukkan ke dalam cangkang kapsul . Cara memasukkan isi kapsul dalam bentuk serbuk dan cairan tentunya berbeda . Apabila dalam bentuk serbuk, serbuk tinggal di bagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan jumlah kapsul yang di minta ( resep ). Dan apabila dalam bentuk cairan, masukkan dengan menggunakan  pipet yang telah di tara . Ketiga, tutup badan kapsul dengan tutup kapsul . Caranya sama, tetapi khusus untuk kapsul yang berisi cairan, tutup kapsul harus di tutup ( di seal ) atau di rekat supaya cairan yang ada di dalamnya tidak keluar atau bocor . Tetapi sebaiknya, dalam memasukkan isi kapsul dengan tangan sebaiknya menggunakan sarung tangan untuk mencegah alergi yang mungkin timbul .
 
Kehidupan Kapsul
by : ira andriani mufidah
            Apabila kita mendengar cerita tentang “FARMASI”, pasti kita langsung teringat  kepada obat. Dalam pembuatan obat ada sediaan yang berbentuk kapsul. Di masyarakat tidak asing lagi apabila mendengar kapsul. Kita ungkap tuntas tentang kapsul oke!!!.
          Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat terlarut. Didunia farmasi kapsul dibagi menjadi dua yaitu kapsul keras dan kapsul lunak.
Kapsul keras terdiri dari badan dan penutup, tersedia dalam bentuk kosong, isi biasanya padat bisa juga cair, pemakaiannya melalui oral(obat yang melewati saluran pencernaan), bentuknya hanya satu macam. Kapsul lunak terdiri dari satu kesatuan, selalu sudah terisi, isi biasanya cair dapat juga padat, cara pakai oral(obat yang melalui saluran pencernaan), vaginal(obat yang melalui vagina), rektal(obat yang melalui dubur/rectum), topical(obat yang melaui jaringan kulit), bentuknya bermacam-macam.
           Kapsul terbuat dari gelatin, pati, dan bahan lain yang sesuai. Kapsul juga mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya yaitu bentuknya menarik dan praktis, tidak berasa sehingga bisa menutupi rasa dan bau yang kurang enak, mudah ditelan. Kekurangannya yaitu tidak untuk zat yang mudah menguap, tidak untuk zat yang higroskopik(mudah menyerap air), tidak untuk balita, tidak bisa dibagi.
          Penyimpana kapsul juga perlu diperhatikan loh!!!. Apabila kapsul disimpan ditempat yang lembab atau basah, maka kapsul akan lembek. Apabila kapsul disimpan ditempat yang terlalu kering atau terkena matahari, kapsul akan pecah atau rapuh.
          Ada 3 teknik pengisian kapsul yaitu dengan tangan, dengan alat bukan mesin, dengan alat mesin. Apabila disekolah-sekolah farmasi biasanya pengisian kapsul itu menggunakan teknik yang simple yaitu dengan tangan.
          Kapsul juga mempunyai ukuran yakni, 000, 00, 0, 1, 2, 3, 4, 5. Kapsul mempunyai warna yang berbeda-beda sesuai dengan pabrik yang memproduksinya.
          Yang terpenting dalam pembuatan kapsul adalah ketelitian, kesabaran dan kemampuan yang khusus.
          Nah sekarang sudah tahukan tentang kehidupan kapsul. Jadi bertambah deh ilmu kita…
Dunia Unguenta Dalam Farmasi
 
by : Kania erlita dewi
Kata “ farmasi “ mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bidang farmasi pastinya berkaitan dengan pembuatan / peracikan obat bahkan hasil dari faramasi itu sendiri pun sudah banyak beredar dan dirasakan bahkan menjadi kebutuhan sehari – hari mereka yang tidak bisa dipisahkan dari keseharian mereka. Seperti odol, shampo, sabun, dan lai sebagainya. Karena bidang farmasi bukan hanya membuat obat – obatn untuk keperluan pengobatan saja tetapi juga untuk produk lain.
Dan kata farmasi itu sendiri adalah bidang / jurusan dimana proses pembuatan  dan peracikan obat dilaksanakan dan cara produksi di industri terjadi baik itu  industri obat tradisional maupun bukan.
Adapula cabang – cabang yang berhubungan dengan bidang farmasi, diantaranya adalah farmakognosi, farmakologi, ilmu resep, sinonim, IKM, UUK, teknologi farmasi, dan lain sebagainya. Misalnya saja pada ilmu rersep, salah satunya membahas tentang salep / unguenta. Salep / unguenta adalah sediaan setengah  padat ditujukan untuk pemakaian topical pada kulit atau selaput lendir. Salep juga ada beberapa macam menurut penggolonganya diantaranya adalah menurut konsistensinya, menurut efek terapinya, menurut dasarnya. Salah satu contohnya adalah salep sejuk, yang rentang gagal dalam pembuatannya.
Oleh karena itu bidang farmasi memberikan begitu banyak manfaat bagi kita semua salah stunya adlah dapat mengatasi, mencegah, mengobati penyaki danmenjaga kesehatan kita dan masyarakat sekitar kita.
Maze Itu Bernama Lab. Resep
by : Kinanti Dianingtyas suryadi
Praktikum dasar yang harus dikuasai oleh orang yang akan mendalami ilmu farmasi adalah meracik obat sesuai perintah dokter pada resep sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Untuk itu, pada umumnya institusi pendidikan farmasi, dalam hal ini sekolah farmasi, dilengkapi Laboratorium Resep sebagai tempat untuk melaksanakan praktikum Ilmu Resep.
Pada umumnya, Laboratorium Resep (untuk selanjutnya akan disebut Lab. Resep) adalah ruangn yang cukup besar untuk memuat beberapa meja kerja, rak bahan, bak cuci, dan meja serba guna yang cukup panjang untuk menyimpan beberapa benda.pada meja kerja dilengkapi masing-masing oleh satu alat timbangan. Setiap akan digunakan, alat timbangan tersebut harus disetarakan lebih dulu. Adapun cara menyetarakannya adalah sebagai berikut:
·         Setarakan posisi antara anting dengan alas anting (bandul yang digantung tali). Jika belum setara, putar knop di bagian bawah timbangan.
·         Periksa apakah posisi pisau (alat seperti jarum di atas anting) sudah tegak lurus. Jika sudah, putar knop yang berhadapan dengan kita ke kanan, lihat apakah piring timbangn sudah seimbang atau belum.
·         Jika belum setara, putar mur di atas masing-masing piringan ke kanan atau ke kiri untuk memperingan atau memperberat.
Selain alat timbangan, ada satu alat yang dinamakan tangas air. Fungsi alat ini adalah meleburkan zat padat yang bersifat lilin dan lemak agar mencair, menguapkan zat cair agar menjadi kental, dan sebagainya. Cara kerja alat ini adalah mendidihkan air di dalamnya untuk menghasilkan uap panas yang keluar lewat lubang di bagian atas alat, dimana bahan yang akan dilebur atau diuapkan diletakkan dalam cawan penguap.
Lab. Resep harus selalu dijaga kebersihannya agar bahan praktikum yang disimpan di rak bahan tidak terkontaminasi debu dan mikroba. Untuk menjaga kebersihannya, praktikan (orang yang akan melakukan praktikum) sedianya menggunakan pakaian yang besih dirangkap oleh jas laboratorium dan sepatu khusus laboratorium.
Pambauatn setiap jenis sediaan berbeda satu sama lain. Untuk itu alat yang digunakan juga berbeda, tergantung pada sediaan apa yang akan dibuat. Terlepas dari itu, sediaan satu dan yang lainnya memiliki keterkaitan, sehingga diperlukan pemahaman dasar yang menyeluruh tentang farmasi, khususnya meneganai Laboratorium Resepnya.

Dunia Mimpi Anak Farmasi
by :  rani febriyani
Apa kalian tahu cita – cita anak farmasi ?
Yuk kita cari tahu apa cita – cita mereka !. ternyata dari berbagai bidang farmasi banyak impian anak – anak bangsa  yang terukir dilalamnya. Ada farmasi sains, farmasi klinik, farmasi industri.
Ooh ternyata bidang farmasi tidak hanya obat – obatan. Tapi juga ada macam – macam yang lainya. Kita golongkan saja menjadi 3 macam , yaitu farmasi sains, farmasi klinik, farmasi industri. Kita lihat cita – cita mereka dari 3 golongan tersebut.
Menuruk sebagian anka farmasi ternyata farmasi sains sangat menantang bagi mereka. Menantang?? Maksudnya karena di farmasi sains kita bisa melakukan percobaan – percobaan baru dan mengembangkan kreatifitas kita. Apalagi dengang keadaan di indonesia , di Indonesia banyak penemuam baru tapi dipatenkan atau di akui negaralain. Nah, dengan kemauan yang keras kita pasti bisa menemukan obat – obatan untuk penyakit yang belum ada obatnya. Jadi bisa mengharumkan nama baik Indonesia dan bisa bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, anak – anak farmasi sains bisa menyandang gelar profesor.
Beda lagi dengan anak farmasi yang tertarik di farmasi klinis. Menurut mereka farmasi klinis adalh dasar dari ilmu farmasi. Karena dari mulai masuk SMKN 7 Bandung pelajaran produktif farmasi sudah dipelajari. Apalagi ilmu untuk mercik obat yang dilaksakan setiap minggunya. Karena itu, apabila bisa dari dasarnya pasti selanjutnya akan lebih mudah. Jadi bisa berwirausaha dengan mendirikan apotek, rumah sakit dan perusahaan sendiri tentunya dengan gelar apoteker atau dokter.
Tapi anak – anak farmasi yang tertari di farmasi industri juga gak mau kalah. Menrut mereka di farmasi industri kita bisa mengembangkan industri – industri di Indonesia. Tentunya dengan usaha yang keras kita bisa mendirikan perusahaan obat di berbagai daerah Indonesia dengan mutu yang berkualitastinggi. Oleh karena itu kita bisa menjadi pemilik perusahaan obat terbesar di Indonesia.
Jadi apapun cita – cita kalian dangan ketulusan hati untuk belajar dengan sungguh – sungguh. Dan dengan keinginan yang keras untuk maju pasti ada jalan untuk mencapai apapun yang kalian inginkan. Kembangkan imajinasimu dan gapailah cita –citamu setinggi langit ke tujuh.


Keistimewaan Dalam Farmakognosi
by : yunni rikmasari
Obat mungkin sudah menjadi konsumsi sehari – hari bagi orang yang sakit, tapi ada juga yang mengkonsumsi obat sebagai suplemen tubuh. Di ilmu farmasi kita akan banyak mengetahui berbagai jenis obat – obatan utamanya obat yang terbuat dari bahan kimia, tetapi adajuga di farmasi ilmu yang mempelajari tentang obat yang berasal dari bahan tumbuhan, nabati, hewani, mineral.
Dijurusan farmasi pelajaran yang membahas obata yang terbuat dari bahan tumbuhan mungkin agak sedikit sulit dimengerti selain kata –kata yang asing bagi mulut kita juga mungkin karena mata pelajarannya yang banytak materinya, tapi jangan heran dipelajaran yng satu ini ada beberapa keistimewaan yang mungkin dipelajaran lain belum tentu kita mendapatakan materi yang satu ini misalnya Asteraceae, Araliaceae, Simarubaceae. Mungki bagi kalian yang bukan jurusan farmasi merasa asing dengan kata – kata tadi . ya !! itulah keistimewaan pelajaran yang satu ini. Kita dapat mengetahiu keluarga dari suatu tumbuhan yang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit, selain kita dapat mengetahui keluarga dari suatu tumbuhan kita juga dapat mengetahui khasiat  dan kegunaan dari obat yang berasal dari tumbuhan.
Farmakognosi itulah mata pelajaran yang mungkin bagi sebagian besar siswa farmasi dapat dibilang mata pelajaran yang cukup memberi wawasan dalam ilmu kesehatan, kata –katany banyak yang asing itulah keistimewaan dari farmakognosi. Tapi keasingan itulah yang membuat pelajaran farmakognosi istimewa. Jadi dapat disimpulkan kalau pelajaran farmakognosi adala salah satu mata pelajaran yang dapat dijadikan point bagi kalian.

Sabtu, 23 Januari 2016

meracik ramuan obat untuk gatal-gatal


Meracik Ramuan Obat Alami untuk Sembuhkan Gatal-Gatal

Obat Alami Gatal-Gatal
Gatal-gatal adalah salah satu gangguan yang menyerang kulit dan penyebabnya beemacam-macam. Ada yang memang gatal disebabkan alergi yang dimilikinya atau karena kulitnya terkena sesuatu yang mengakibatkan kulit Anda merah dan berasa gatal. Selain karena alergi terhadap makanan maupun lingkungan seperti udara yang terlalu dingin atau udara yang terlalu panas. Dengan begitu, bila Anda merasa gatal-gatal segeralah beri obat karena gatal yang semakin menjadi parah akibatnya bisa menimbulkan infeksi. Obat alami untuk sembuhkan gatal-gatal ternyata banyak macamnya. Dan sebagian besar mudah ditemukan dan diolah untuk dijadikan obat alami yang ampuh untuk atasi gatal Anda.

Ada daun kelor yang berkhasiat untuk sembuhkan gatal-gatal pada kulit Anda. Cara menggunakannya adalah dengan mencampurnya dengan bawang merah dan pulosari. Rebus menjadi satu hingga matang lalu minum airnya setiap hari secara teratur. Selain itu ada juga daun komfrey yang tinggal direbus dengan dicampurkan garam secukupnya. Bila gatal yang timbul dikarenakan alergi Anda bisa atasinya dengan mengggunakan daun kayu putih yang direbus. Lalu airnya digunakan untuk membasuh bagian kulit yang gatal. Daun salam juga bisa digunakan sebagai daun yang ditempelkan di bagian kulit yang gatal. Batang kamboja juga ternyata memiliki khasiat sebagai obat alami untuk sembuhkan gatal-gatal. Haluskan saja batang kamboja hingga lembut. Lalu balurkan ke kulit Anda.

Ada juga obat alami yang unik bisa atasi gatal-gatal. Yaitu dengan menggunakan oli bekas kendaraan. Walaupun kotor, oli tersebut mampu atasi gatal pada kulit dengan mudah. Tetapi penggunaan oli bekas tersebut harus diperhatikan dengan benar penggunaanya dan juga frekuensi pemakaiannya. Obat alami untuk sembuhkan gatal-gatal juga bisa menggunakan daun biduri dan minyak kelapa. Campurkan daun tersebut dengan minyak kelapa bisa meredakan gatal yang terasa di kulit Anda.Ada banyak sekali bahan seperti daun-daunan mahkota dewa, salam yang sangat ampuh bisa sembuhkan gatal pada kulit dengan cepat. Bila Anda tidak mau ribet, Anda bisa gunakan salep yang terbuat dari bahan-bahan alami diatas.

Jumat, 22 Januari 2016

sejarah kefarmasian

Apakah sahabat mengetahui bagaimana awal mulanya kefarmasian di Indonesia? Hal ini berpacu pada jaman dahulu kala. Farmasi ini berasal dari kata Pharma. Farmasi merupakan istilah yang dipakai pada tahun 1400-1600an. Dalam bahasa inggris Farmasi adalah pharmacy, sedangkan dalam bahasa yunani adalah pharmacon, yang artinya obat. Farmasi merupakan salah satu bidang ilmu professional kesehatan yang merupakan kombinasi dari ilmu kesehatan, ilmu fisika, dan ilmu kimia. Yang mempunyai tanggung jawab untuk memastikan efektivitas, keamanan, dan penggunaan obat. Menurut kamus, farmasi adalah seni dan ilmu meracik dan menyerahkan atau membagikan obat. Sedangkan farmasis adalah seseorang yang meracik dan menyerahkan atau membagikan obat. Menurut kamus lainnya farmasi adalah seni atau praktek penyiapan, pengawetan, peracikan dan penyerahan obat ( Webster’s New Collegiate Dictionary. SpringField, MA, G. & C. Merriam Co, 1987 ).
Menurut Smith dan Knapp, seorang farmasis adalah seseoarang yang telah lulus dari perguruan tinggi farmasi. Untuk melakukan praktek farmasi, seorang lulusan harus memperoleh izin/lisensi dari suatu dewan atau badan negara bagian. Agar supaya mendapat izin/lisensi, lulusan suatu pergurun tinggi farmasi di seluruh negara bagian atau daerah disyaratkan untuk menyelesaikan persyaratan pengalaman praktek dan untuk lulus ujian yang diselenggarakan oleh badan farmasi negara.
Berbagai konsep dasar dan teori dalam ilmu fisiologi, patologi, farmakologi, farmakognosi, fitokimia, kimia analisis, kimia sintesis, kimia medisinal, farmasetika/formulasi obat dapat ditemukan pada tiap jaman dalam sejarah perkembangan kefarmasian. Mitologi, konsep dan praktek pengobatan, praktisi/profesi pengobatan, bentuk sediaan obat serta bahan obat di berbagai jaman atau di suatu kebudayaan tertentu ternyata tidak hanya mendasari dan mempengaruhi perkembangan ilmu kefarmasian dan ilmu kedokteran saat ini, namun mendasari dan mempengaruhi perkembangan ilmu pengobatan tradisional di suatu suku bangsa tertentu, bahkan beberapa konsep dasar masih dipakai dalam sistem pengobatan tersebut.
Ruang lingkup farmasi sangatlah luas termasuk penelitian, pembuatan, peracikan, penyediaan sediaan obat, pengujian, serta pelayanan informasi obat. Farmasi sebagai profesi di Indonesia sebenarnya relatif masih muda dan baru dapat berkembang secara berarti setelah masa kemerdekaan. Pada zaman penjajahan, baik pada masa pemerintahan Hindia Belanda maupun masa pendudukan Jepang, kefarmasian di Indonesia pertumbuhannya sangat lambat, dan profesi ini belum dikenal secara luas oleh masyarakat. Sampai proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, para tenaga farmasi Indonesia pada umumnya masih terdiri dari asisten apoteker dengan jumlah yang sangat sedikit.
Awal mulanya muncul kefarmasian, berbagai aspek dan perkembangan ilmu kefarmasian didasarkan urutan sejarah farmasi yang seharusnya dimulai dari zaman pra sejarah, zaman Babylonia-Assyria, zaman Mesir kuno, zaman Yunani kuno dan zaman abad pertengahan. Namun kali ini hanya membahas bagaimana sejarahnya farmasi yang berkembang di Indonesia. Mula – mula dari periode zaman penjajahan sampai perang kemerdekaan, kemudian setelah perang kemerdekaan sampai tahun 1958 serta pada periode tahun 1958 – 1967.
Periode Zaman Penjajahan sampai Perang Kemerdekaaan
Tonggak sejarah kefarmasian di Indonesia pada umumnya diawali dengan pendidikan asisten apoteker semasa pemerintahan Hindia Belanda.
Periode Setelah Perang Kemerdekaan Sampai dengan Tahun 1958
Pada periode ini jumlah tenaga farmasi, terutama tenaga asisten apoteker mulai bertambah jumlah yang relatif lebih besar. Pada tahun 1950 di Jakarta dibuka sekolah asisten apoteker Negeri (Republik) yang pertama , dengan jangka waktu pendidikan selama dua tahun. Lulusan angkatan pertama sekolah asisten apoteker ini tercatat sekitar 30 orang, sementara itu jumlah apoteker juga mengalami peningkatan, baik yang berasal dari pendidikan di luar negeri maupun lulusan dari dalam negeri.
Periode Tahun 1958 sampai dengan 1967
Pada periode ini meskipun untuk memproduksi obat telah banyak dirintis, dalam kenyataannya industri-industri farmasi menghadapi hambatan dan kesulitan yang cukup berat, antara lain kekurangan devisa dan terjadinya sistem penjatahan bahan baku obat sehingga industri yang dapat bertahan hanyalah industri yang memperoleh bagian jatah atau mereka yang mempunyai relasi dengan luar negeri. Pada periode ini, terutama antara tahun 1960 – 1965, karena kesulitan devisa dan keadaan ekonomi yang suram, industri farmasi dalam negeri hanya dapat berproduksi sekitar 30% dari kapasitas produksinya. Oleh karena itu, penyediaan obat menjadi sangat terbatas dan sebagian besar berasal dari impor. Sementara itu karena pengawasan belum dapat dilakukan dengan baik banyak terjadi kasus bahan baku maupun obat jadi yang tidak memenuhi persyaratan standar.Sekitar tahun 1960-1965, beberapa peraturan perundang-undangan yang penting dan berkaitan dengan kefarmasian yang dikeluarkan oleh pemerintah antara lain :
  • Undang-undang Nomor 9 tahun 1960 tentang Pokok – pokok Kesehatan
  • Undang-undang Nomor 10 tahun 1961 tentang Barang
  • Undang-undang Nomor 7 tahun 1963 tentang Tenaga Kesehatan
  • Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 1965 tentang Apotek. Pada periode ini pula ada hal penting yang patut dicatat dalam sejarah kefarmasian di Indonesia, yakni berakhirnya apotek dokter dan apotek darurat.
Dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 33148/Kab/176 tanggal 8 Juni 1962, antara lain ditetapkan :
  •  Tidak dikeluarkan lagi izin baru untuk pembukaan apotek-dokter, dan
  • Semua izin apotek-dokter dinyatakan tidak berlaku lagi sejak tanggal 1 Januari 1963.
Sedangkan berakhirnya apotek darurat ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 770/Ph/63/b tanggal 29 Oktober 1963 yang isinya antara lain :
  •  Tidak dikeluarkan lagi izin baru untuk pembukaan apotek darurat,
  • Semua izin apotek darurat Ibukota Daerah Tingkat I dinyatakan tidak berlaku lagi sejak tanggal 1 Februari 1964, dan
  • Semua izin apotek darirat di ibukota Daerah Tingkat II dan kota-kota lainnya dinyatakan tidak berlaku lagi sejak tanggal 1 Mei 1964.Pada tahun 1963, sebagai realisasi Undang-undang Pokok Kesehatan telah dibentuk Lembaga Farmasi Nasional.

alat laboratorium kimia



INSTRUMEN DALAM LABORATORIUM
ALAT KIMIA


DI SUSUN OLEH :
NUR KAMILAKUN ARISA ( 201502009 )

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DELIMA PERSADA GRESIK
Prodi DIII FARMASI
TAHUN 2016




           
NO
NAMA
GAMBAR
FUNGSI
1.
Pembakar kaki
Pembakar kaki 3
Kaki tiga sebagai penyangga pembakar spirtus.

2.
Segitiga porselin (Clay triangle)
segitiga porselin
Untuk menahan wadah, misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu penyaringan.

3.
Cawan porselin
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtYYm6bHZSZupwnw_7JqB4OmxewaH03Rq_HxrYSnpbbkDTmeFKfzXvR0QmjAyTcjDNzVC7SyuEKNutVdXbWbF1VA7AgbQJfIVyy7GGg5H-TFrWSo5Xl8r8qBvVDL1kX3ewaVVYoFXLjZr9/s200/cawan+porslen.jpg
Untuk menguapkan  larutan atau mengeringkan zat padat yang basah. Terbuat dari porcelain. Dan jika dipanaskan  pakai kasa asbes.
4.
Tabung reaksi (test tube, culture tube) 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieqlWG_juhoXEfTKEJ9hwFiPEXHxIyGODXA_iWctbgCaBGWB8I2CICYNUDxmHdZvNYoRHZmkwvyBhRwJPT8jieJ2RJs2t3CMoVte9WwMBqxoLRwpao-Jngb2GjeEv3xfU53BJl-nHbRtBO/s200/Tabung+reaksi+1.jpg
Fungsi tabung reaksi adalah sebgai wadah mereaksikan dua atau lebih larutan / bahan kimia, untuk pengembangan mikroba.
5.
 Gelas ukur (graduated cylinder, measuring cylinder)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQOgqFMUL74BMsi80io4oYUWjN94t9iHCCpALYmF33nU0vVPQlinX9sxjOLxFVtvVRqxPnZIg-eS5i-LzvK-E6BSs5WnQ8w5b_cYkDdh-un8MXRPcAG9_3FUb3UksEkXkjZQxI9JWJP8aX/s200/Gelas+ukur+%28graduated+cylinder,+measuring+cylinder%29.jpg
Gelas ukur dapat terbuat dari gelas (polipropilen) ataupun plastik.
Fungsi Gelas ukur adalah untuk mengukur volume 10 hingga 2000 mL. Gelas ukur dapat digunakan untuk mengukur volume segala benda, baik benda cair maupun benda padat pada berbagai ukuran volume.

6.
Gelas piala/gelas beker (Beaker glass)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPozhmlgV1QE7AiRM8ikpA2xhzOvKo18rQWPKcCvo96UqNHutLumXi9LneXLdkgBFmvabWO1IP6DNT_FuNEIZRf9DH_VkG4jMlQ0EA5xUWTRtoPWq1yNk4e7SVZYhk1gqhd5EE-kfmtj75/s200/gelas+piala.jpg
 Beaker Glass atau gelas piala merupakan wadah yang terbuat dari borosilikat. Gelas piala yang digunakan untuk bahan kimia yang bersifat korosif terbuat dari PTPE. Untuk mencegah kontaminasi atau hilangnya cairan dapat digunakan gelas arloji sebagai penutup.
Fungsi beaker Glass ( Gelas Piala ) : untuk mengaduk, mencampur dan memanaskan cairan. . Gelas piala tidak dapat digunakan untuk mengukur volume.
7.
Erlenmeyer
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRc15jPM6n_iw1-MLl9x4d2Zzr9Gdm5DJhvPYsqx_1nShRlh2-XTYUIgECf52viuLj8nCwxx55lHT8OfD3RHVhTfxIhFUZ1iZW7fed9UeoGXpuFj7W5zhdninVYCv4uExiFyqX8b41Az73/s1600/erlenmeyer.jpg
Fungsi Erlenmeyer : Erlenmeyer digunakan dalam proses titrasi untuk menampung larutan yang akan dititrasi.
Dalam mikrobiologi, erlenmeyer digunakan untuk pembiakan mikroba. Erlenmeyer tidak dapat digunakan untuk mengukur volume.
8.
Pipet gondok

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBHKWPFlIYZTHxnuK3oABynr_qlKtCYkGRRfWa4sWPChdMLRXF4SIKSwqtvTxFanP02yHWv5n8LKYumxfV_m7WZCBhkTbgXRM5O8pfsqoXt50ErwT9c897WO5L4EkxXU6BwFffa8WWZner/s200/pipet+gondok.jpg
Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung.
9.
Pipet ukur
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8wLQVzXGGK0nncDksuYqMBqbdXvFluC4N3I4e1NWMFXrq9pmnO62LPXbtuAKhs_w82SivFiRk_0oOI76VnzBNxIvhGaBv3ERQoYJd95LaI8R9zPbLeoigEeKdWaK6L1w1zGVwljOmtdye/s1600/pipet+ukur.jpg
Untuk mengukur volume larutan

1O.
Buret
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5LDaluUUG9YNKRvgY00qrsoig9bosnciywyFTF5crhhLwaqmIq1im28QmAUwqh9lkIFUr2qEBeLYv67HXGE06OxcdFNlfoErVYU5Cre3AVZ0joYVJCBqZFIJ8UbLlxNFGqoaOwbHwOitV/s200/buret.jpg
Fungsinya adalah untuk mengukur volume larutan dengan presisi tinggi seperti titrasi dengan berbagai ukuran volume

11.
Labu ukur
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrpbSlbi1Bc3x3dupYiyyEbe9GGOQIKqDVdMr4e_VwtxgXvLK8NKj4pKnOoTVza2te3q8xpoh3D1xQWUGW6hz0KNqxmb0ehWOmahFhx4pfsTRaRX-z1S35behKoevfnnlNkPBJO6mlAZjQ/s1600/labu+ukur1.jpg
Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi.

12.
Batang pengaduk

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiv2YjkyqhfGe00Ria91OeDXMsd0nB-PUhaL-pHcWVOtKye0tFPnmHceVJ3y46L8IhnUACa9JXrd1RwpPDvinhIWBLiLK_nB-dAbRNh5jTh3H2XDFAvPC3TlRselSheRIaCwN5NImcDn5w6/s200/laboratory-spatulas-16-multiglobe.net.jpg
Batang pengaduk, terbuat dari gelas digunakan untuk mengaduk larutan.
13.
Corong

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG93BYyfkM5nCTgsfs0iul1E9P5Upm_ZEQzU29wr8OdSPuOcYyzwtWoSc26cOkNHGMx88fTQ659mtTXPOb4dY6poZ0aTxHBD8CtfcNMzYsbZ9WuDsfpPH7nxR57pZgYOVFsoVFUP_S5kCT/s1600/images.jpg
Fungsi nya adalah membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain terutama yang bermulut kecil serta digunakan untuk menyimpan kertas saring dalam proses penyaringan
14.
Gelas arloji (watch glass)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj0UqAqfGRAo3wW0kZUxkPYuxURb-XgZeJQo7IzLylTvlNHqFoAF4dWu3euWCzkCL3jq5QNea1qlowD50ljGOSjlf46jCBNwVarA8GzrDmuh_yxkkyP3W3k6PIRQjkIzbB540bMbL0b7X6/s200/clip_image043_thumb2.jpg
Fungsi gelas arloji adalah untuk menyimpan bahan yang akan ditimbang terutama untuk bahan padat atau pasta. Dapat pula digunakan saat menutup wadah saat proses penguapan

15.
Klem buret

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYKnQ1e37eOG8T2_6o4pTEnyO8vmUEG3fbiE4heAYPxH4UHjVAfrqRqIpixldS5ZfyOtCXhy3Md0us1odVj11MtUyptTrmzzdrFcQ8E20KK6QpvXwm0pFYEH4jK4iJFLlbAe6J3eUehucd/s1600/klem+buret.jpg
Memegang buret yang digunakan untuk titrasi

16.
Penjepit Tabung Reaksi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKcX7FJ2bIZTTfSZSf6E57gtUbpiN2WGDSSRtdzxFCVUP5DUWd69E20ji9SK8F1BMqnR86aRG0dNpcPTpSRJlR5w7cHIVqRuIJ0N5TpYgHJXcUPdERmuARX16gcltIYnipuyQKobp4Xu8w/s1600/penjepit.jpg
Menjepit tabung reaksi selama melakukan proses pemanasan
17.
Mortar dan Alu
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibOlCZUxRCZNdcLZkAG58w2qKfg6fywwKO4LFxtQspiFgvp9p3u4ZGrfQ_h1WwOy4YYHDPGZpB4jRenu6UQyCMp6b6SlNNRwNp82AWf4EWYWF2llR4cFEkMlwjcg_pjJRXgU1nFFFt6Fl3/s1600/mortir.jpg
Menggerus dan menghaluskan suatu zat
18.
Botol Semprot

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF-VLNk0MNxvUc3VY1rw3YDlRqYWoD5vulFmmvUOcBzoUyRUTcff_eHrjITtWSiGcrGrz0KYB3FYHjSGhV5_POgTGGHt1SDYmoZ9kdvY7c-b0cYLN9Wza8OZ767P8JvRtdP5b5gNT0bL-g/s1600/botol.jpg
menyimpan aquadest dan digunakan untuk mencuci atau membilas alat-alat dan bahan

19.
Kawat Nikrom
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc79QJYMp54ctZLQezAmp6qpj6opNUOdei1hlYN1XEcW2LNJa5RvpLLA2lPUrxdxOnPb8Nc3JoGCKoAOCPJWEfX56RjpiZajY6mIzR5wdlBA7jsP8WvIYb5y6P6DYaox0aufEUJ1g-kS_V/s1600/kawatr.jpg
Mengidentifikasi suatu zat dengan cara uji nyala
20.
Pembakar Spirtus

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWoC3vEiV-ZT-7mcqzomHp_xcxxmSZj969KDRIWS1LTsA_55GhvBFEAr0jWByHfMY7KlQqdhsfBDD-AN6GySqjzLKb51_Z97DKTKISUsXy-DQyeTuAcsLedz_KNHmq5RPtWUoYr1OfSqKI/s1600/spirtus.jpg
Membakar zat atau memanaskan larutan
21.
Statif
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi05KpqXpkvz605pHggmz-EPUsPYAA4hqZCBIsxMSeWS2F8rI9LBLIUtfpaw80t83hXAb4BI8WhQto70A7O3KledLTWjtnmkGDew3Q8zyP8AffLMkzWpw9GlAeRWIemybv83q-h0E44fkSo/s1600/statif.jpg
Menegakkkan corong, buret
22.
Kertas saring

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWlMqvEW_p75SBkoar0LIihETUq6vP30Ks-JjqM2vbb-4kdB3zbUJNJDR5SPXdX5Uer6HyueyOZ62Dn1V2uwSRwVKcrnbZwpqvcqt8tAtP6wlcHCwx0_l0NaCJHx1JXrAUlC7Nd9ROQFUS/s1600/kertas+sar.jpg
Menyaring larutan
23.
Rak Tabung Reaksi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3LMFncvLkupB4QLhaItOxumkzLx8wH3Z7OD4r81HKaBMGmuE7e_DW37gX0Nma8MST0d5qeyhXqv9cLVmtKeIhTRTOXUx2VqQgla0pWMDkGRH0LZLnRue5oFOcx5JHfbqn3CJtDR94RfbU/s1600/rak.jpg
Tempat tabung reaksi

24.
Bola Hisap

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLYl6vSnkjkkjiuzfkhvj1MDiAEF0BHWt7F367bAzn0pYIoxK0sHgc399BLi_aMpB7ih7Ot0Bd8ASz_SzmqZXDZ1nswqMHKDA6pM4sdNEntvM8akTg1eOBUpQnY7uBKG2ciMuiBlV1ROIv/s1600/bola+hisap.jpg
Menghisap larutan yang akan diukur

25.
Kawat kasa

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmUi1u4J2yTyceHQReH3BCg6rVLgDdoM-PZuADDV5eQ6v-5xGpRJvzp8BmnE1VVzWBSKDrn2nFHTEHLdoJyIK95cPduRTEDJd1DZUVrs_S4tKJ5E_3Ym5GdVg8p_FfksNVJbsb1Wf4hEiT/s1600/kawat+kasa.jpg
Sebagai alas penyebaran panas

26.
Buret

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidpaWEGWYwNjNHjhL9fuvnTUGDmb1LzCmd-NHYVHsfiDI1hwTJUrhCrXpkDpgy5esjBUnMzBbRYbiVpb9U5nNs0R8srggDFrWcSm9OyyfcbzEZzZAa10rs_ICVC2i82uMkQrRiC9NQPD7-/s1600/buret.jpg
Mengeluarkan larutan dengan volume tertentu

27.
Plat Tetes

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3PKWjF678N3XgXnZjwd_284P2U7aOSwgd1UvplynugrjPhirZ7nFBy4a-g_HBEKA5p7DmNHlysQKRbD04gWlGbweH5IVr7IJGDAqDOiBUimoFTkAB5SJQidY7Jc6FrcBOhhV_F55ORGuU/s1600/palat.jpg
Tempat untuk mereaksikan zat dalam jumlah kecil
28.
Lemari Asam

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsYbms5WP4DSUYIwBo5TfTOFMiY9QqmzBXvCnpOFj06S7J9yZAnpbYJjBXKpWgzHNjIfdR2xhrIVQSJOcuRfxJLNw3xMndeQnQn4wuVyoawhOZ9YvtpicDw5FmbP3tF82ym7THeQD3CE2J/s1600/lemari+asam.jpg
Menyimpan larutan yang bersifat asam

29.
Oven

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivVv-scV4ez3mEN8o6w2GbSrEZ66axRKX8nmFESWZIOyMdCHoYyL9f_1Dpt1ws1JNaQOkeAe1a3FfVu6XzONpNueLC42ECtqQ5GxyIK7mDc529ojpA4S2mdrpI89tkWglTjlCnox8Nri6m/s1600/oven.jpg
Mengeringkan peralatan yang akan digunakan

30.
Neraca
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkvhxQwzHLQnSXtbkF5egZYuX37rJB2YYw59-44YwMQrwM_X71KoP4UXLfxf-fausQGDZAA4iLJSREpGwdunaNXJkGLcxXL6xOxGExz4YtrSGuRQsPmkIPefrIkxFXN5xgQjRMLL_AZmer/s1600/neraca.jpg
Mengukur jumlah zat yang diperlukan

31.
Bunsen

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgD-H5RHNes52wJvJHdBwvp9wZqJAL6TdSWqEqGtvSjjDr5WPptHYQIK7TaOIIofT2dGW3YxzH6bKQeFwv2ac1zfUzMl4CUNfQHOABArO6yIzmWpr4id2cB20YG9q52XtZ68m9rwkAPQGIO/s1600/bunsen.jpg
Keperluan penggunaan api
32.
Kertas indikator

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3lf8ttunkQCwdpHlDit5Idlnb4b4rpYLOlrQbPRJPe4oxUvN1r-Y7BquVomWJvW0dk66q7g3RI72yVTVZS3vpjhHklXAsuvGUt8B2Ga4X5DeRPq0rRHbvYZox_Uf8T7cpcK4RD9_Ek0lP/s1600/indikator-universal3.jpg
 Menentukan pH larutan
33.
Centrifuge

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiib_FCixYErw5YgsWa2n-ZgiJB-Q78yllKJRPjIqCwDCkyOfR6TKGtaQEmdoA_Cl2QNKiptPcWOhXi_T6g6ggjyGz-01db6_C-Tv_CxYHJDgzuWWd6be53Hbu43PyImrLqzhZcEXIZ5t_n/s1600/centrifuge.jpg
Memisahkan dan mengendapkan padatan dari larutan
34.
Eksikator

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUSRwbd33fdLe3wFfCXYFdxyten9je6t_029t2e6En2kq43Utb4ZoofeGRFy7GhY2gYgzNvcjXoQA-PADc4F17sEVK7MxJF4ymZxb3aanQuO1JxVZA0ZTG5MRF2yJRay5P_WQyLiWkaIbR/s1600/eksikator.jpg


     Mendinginkan zat
35.
Corong Pisah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTZQHCGvnBqSlmnENFqAtnRaoVicbL6Tx61WNgoh-iwDRXQ7zq3mlTcJHpPoUV6cD88Jg5TY8UHsPK0MtO__mytlvGh2hatwe0IJ-mjdVAfEZgDSlx6ZJGUBiPwqUrqzjpdkquZGZl3gN5/s1600/corong+pisah.jpg
Memisahkan larutan dan gas

36.
Mikropipet

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirTNZmdFjtF9Gd43NckMTNbQ-UJXj-FkfJSjmGAnmBfgG3c5brj3HvDFCqnq4tr5ZsrWX0kHT3AaIf63KXN_9hKgm9cX2fyTmWRTdnxpy8Fv8_2zscF0lhxQihsl8w8JRt7ZWUGnO6isI_/s1600/mikropipet.jpg
Memindahkan cairan dengan volume yang sangat kecil





INSTRUMEN DALAM LABORATORIUM
ALAT KIMIA


DI SUSUN OLEH :
NUR KAMILAKUN ARISA ( 201502009 )

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DELIMA PERSADA GRESIK
Prodi DIII FARMASI
TAHUN 2016




           
NO
NAMA
GAMBAR
FUNGSI
1.
Pembakar kaki
Pembakar kaki 3
Kaki tiga sebagai penyangga pembakar spirtus.

2.
Segitiga porselin (Clay triangle)
segitiga porselin
Untuk menahan wadah, misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu penyaringan.

3.
Cawan porselin
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtYYm6bHZSZupwnw_7JqB4OmxewaH03Rq_HxrYSnpbbkDTmeFKfzXvR0QmjAyTcjDNzVC7SyuEKNutVdXbWbF1VA7AgbQJfIVyy7GGg5H-TFrWSo5Xl8r8qBvVDL1kX3ewaVVYoFXLjZr9/s200/cawan+porslen.jpg
Untuk menguapkan  larutan atau mengeringkan zat padat yang basah. Terbuat dari porcelain. Dan jika dipanaskan  pakai kasa asbes.
4.
Tabung reaksi (test tube, culture tube) 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieqlWG_juhoXEfTKEJ9hwFiPEXHxIyGODXA_iWctbgCaBGWB8I2CICYNUDxmHdZvNYoRHZmkwvyBhRwJPT8jieJ2RJs2t3CMoVte9WwMBqxoLRwpao-Jngb2GjeEv3xfU53BJl-nHbRtBO/s200/Tabung+reaksi+1.jpg
Fungsi tabung reaksi adalah sebgai wadah mereaksikan dua atau lebih larutan / bahan kimia, untuk pengembangan mikroba.
5.
 Gelas ukur (graduated cylinder, measuring cylinder)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQOgqFMUL74BMsi80io4oYUWjN94t9iHCCpALYmF33nU0vVPQlinX9sxjOLxFVtvVRqxPnZIg-eS5i-LzvK-E6BSs5WnQ8w5b_cYkDdh-un8MXRPcAG9_3FUb3UksEkXkjZQxI9JWJP8aX/s200/Gelas+ukur+%28graduated+cylinder,+measuring+cylinder%29.jpg
Gelas ukur dapat terbuat dari gelas (polipropilen) ataupun plastik.
Fungsi Gelas ukur adalah untuk mengukur volume 10 hingga 2000 mL. Gelas ukur dapat digunakan untuk mengukur volume segala benda, baik benda cair maupun benda padat pada berbagai ukuran volume.

6.
Gelas piala/gelas beker (Beaker glass)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPozhmlgV1QE7AiRM8ikpA2xhzOvKo18rQWPKcCvo96UqNHutLumXi9LneXLdkgBFmvabWO1IP6DNT_FuNEIZRf9DH_VkG4jMlQ0EA5xUWTRtoPWq1yNk4e7SVZYhk1gqhd5EE-kfmtj75/s200/gelas+piala.jpg
 Beaker Glass atau gelas piala merupakan wadah yang terbuat dari borosilikat. Gelas piala yang digunakan untuk bahan kimia yang bersifat korosif terbuat dari PTPE. Untuk mencegah kontaminasi atau hilangnya cairan dapat digunakan gelas arloji sebagai penutup.
Fungsi beaker Glass ( Gelas Piala ) : untuk mengaduk, mencampur dan memanaskan cairan. . Gelas piala tidak dapat digunakan untuk mengukur volume.
7.
Erlenmeyer
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRc15jPM6n_iw1-MLl9x4d2Zzr9Gdm5DJhvPYsqx_1nShRlh2-XTYUIgECf52viuLj8nCwxx55lHT8OfD3RHVhTfxIhFUZ1iZW7fed9UeoGXpuFj7W5zhdninVYCv4uExiFyqX8b41Az73/s1600/erlenmeyer.jpg
Fungsi Erlenmeyer : Erlenmeyer digunakan dalam proses titrasi untuk menampung larutan yang akan dititrasi.
Dalam mikrobiologi, erlenmeyer digunakan untuk pembiakan mikroba. Erlenmeyer tidak dapat digunakan untuk mengukur volume.
8.
Pipet gondok

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBHKWPFlIYZTHxnuK3oABynr_qlKtCYkGRRfWa4sWPChdMLRXF4SIKSwqtvTxFanP02yHWv5n8LKYumxfV_m7WZCBhkTbgXRM5O8pfsqoXt50ErwT9c897WO5L4EkxXU6BwFffa8WWZner/s200/pipet+gondok.jpg
Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung.
9.
Pipet ukur
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8wLQVzXGGK0nncDksuYqMBqbdXvFluC4N3I4e1NWMFXrq9pmnO62LPXbtuAKhs_w82SivFiRk_0oOI76VnzBNxIvhGaBv3ERQoYJd95LaI8R9zPbLeoigEeKdWaK6L1w1zGVwljOmtdye/s1600/pipet+ukur.jpg
Untuk mengukur volume larutan

1O.
Buret
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5LDaluUUG9YNKRvgY00qrsoig9bosnciywyFTF5crhhLwaqmIq1im28QmAUwqh9lkIFUr2qEBeLYv67HXGE06OxcdFNlfoErVYU5Cre3AVZ0joYVJCBqZFIJ8UbLlxNFGqoaOwbHwOitV/s200/buret.jpg
Fungsinya adalah untuk mengukur volume larutan dengan presisi tinggi seperti titrasi dengan berbagai ukuran volume

11.
Labu ukur
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrpbSlbi1Bc3x3dupYiyyEbe9GGOQIKqDVdMr4e_VwtxgXvLK8NKj4pKnOoTVza2te3q8xpoh3D1xQWUGW6hz0KNqxmb0ehWOmahFhx4pfsTRaRX-z1S35behKoevfnnlNkPBJO6mlAZjQ/s1600/labu+ukur1.jpg
Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi.

12.
Batang pengaduk

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiv2YjkyqhfGe00Ria91OeDXMsd0nB-PUhaL-pHcWVOtKye0tFPnmHceVJ3y46L8IhnUACa9JXrd1RwpPDvinhIWBLiLK_nB-dAbRNh5jTh3H2XDFAvPC3TlRselSheRIaCwN5NImcDn5w6/s200/laboratory-spatulas-16-multiglobe.net.jpg
Batang pengaduk, terbuat dari gelas digunakan untuk mengaduk larutan.
13.
Corong

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG93BYyfkM5nCTgsfs0iul1E9P5Upm_ZEQzU29wr8OdSPuOcYyzwtWoSc26cOkNHGMx88fTQ659mtTXPOb4dY6poZ0aTxHBD8CtfcNMzYsbZ9WuDsfpPH7nxR57pZgYOVFsoVFUP_S5kCT/s1600/images.jpg
Fungsi nya adalah membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain terutama yang bermulut kecil serta digunakan untuk menyimpan kertas saring dalam proses penyaringan
14.
Gelas arloji (watch glass)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj0UqAqfGRAo3wW0kZUxkPYuxURb-XgZeJQo7IzLylTvlNHqFoAF4dWu3euWCzkCL3jq5QNea1qlowD50ljGOSjlf46jCBNwVarA8GzrDmuh_yxkkyP3W3k6PIRQjkIzbB540bMbL0b7X6/s200/clip_image043_thumb2.jpg
Fungsi gelas arloji adalah untuk menyimpan bahan yang akan ditimbang terutama untuk bahan padat atau pasta. Dapat pula digunakan saat menutup wadah saat proses penguapan

15.
Klem buret

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYKnQ1e37eOG8T2_6o4pTEnyO8vmUEG3fbiE4heAYPxH4UHjVAfrqRqIpixldS5ZfyOtCXhy3Md0us1odVj11MtUyptTrmzzdrFcQ8E20KK6QpvXwm0pFYEH4jK4iJFLlbAe6J3eUehucd/s1600/klem+buret.jpg
Memegang buret yang digunakan untuk titrasi

16.
Penjepit Tabung Reaksi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKcX7FJ2bIZTTfSZSf6E57gtUbpiN2WGDSSRtdzxFCVUP5DUWd69E20ji9SK8F1BMqnR86aRG0dNpcPTpSRJlR5w7cHIVqRuIJ0N5TpYgHJXcUPdERmuARX16gcltIYnipuyQKobp4Xu8w/s1600/penjepit.jpg
Menjepit tabung reaksi selama melakukan proses pemanasan
17.
Mortar dan Alu
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibOlCZUxRCZNdcLZkAG58w2qKfg6fywwKO4LFxtQspiFgvp9p3u4ZGrfQ_h1WwOy4YYHDPGZpB4jRenu6UQyCMp6b6SlNNRwNp82AWf4EWYWF2llR4cFEkMlwjcg_pjJRXgU1nFFFt6Fl3/s1600/mortir.jpg
Menggerus dan menghaluskan suatu zat
18.
Botol Semprot

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF-VLNk0MNxvUc3VY1rw3YDlRqYWoD5vulFmmvUOcBzoUyRUTcff_eHrjITtWSiGcrGrz0KYB3FYHjSGhV5_POgTGGHt1SDYmoZ9kdvY7c-b0cYLN9Wza8OZ767P8JvRtdP5b5gNT0bL-g/s1600/botol.jpg
menyimpan aquadest dan digunakan untuk mencuci atau membilas alat-alat dan bahan

19.
Kawat Nikrom
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc79QJYMp54ctZLQezAmp6qpj6opNUOdei1hlYN1XEcW2LNJa5RvpLLA2lPUrxdxOnPb8Nc3JoGCKoAOCPJWEfX56RjpiZajY6mIzR5wdlBA7jsP8WvIYb5y6P6DYaox0aufEUJ1g-kS_V/s1600/kawatr.jpg
Mengidentifikasi suatu zat dengan cara uji nyala
20.
Pembakar Spirtus

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWoC3vEiV-ZT-7mcqzomHp_xcxxmSZj969KDRIWS1LTsA_55GhvBFEAr0jWByHfMY7KlQqdhsfBDD-AN6GySqjzLKb51_Z97DKTKISUsXy-DQyeTuAcsLedz_KNHmq5RPtWUoYr1OfSqKI/s1600/spirtus.jpg
Membakar zat atau memanaskan larutan
21.
Statif
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi05KpqXpkvz605pHggmz-EPUsPYAA4hqZCBIsxMSeWS2F8rI9LBLIUtfpaw80t83hXAb4BI8WhQto70A7O3KledLTWjtnmkGDew3Q8zyP8AffLMkzWpw9GlAeRWIemybv83q-h0E44fkSo/s1600/statif.jpg
Menegakkkan corong, buret
22.
Kertas saring

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWlMqvEW_p75SBkoar0LIihETUq6vP30Ks-JjqM2vbb-4kdB3zbUJNJDR5SPXdX5Uer6HyueyOZ62Dn1V2uwSRwVKcrnbZwpqvcqt8tAtP6wlcHCwx0_l0NaCJHx1JXrAUlC7Nd9ROQFUS/s1600/kertas+sar.jpg
Menyaring larutan
23.
Rak Tabung Reaksi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3LMFncvLkupB4QLhaItOxumkzLx8wH3Z7OD4r81HKaBMGmuE7e_DW37gX0Nma8MST0d5qeyhXqv9cLVmtKeIhTRTOXUx2VqQgla0pWMDkGRH0LZLnRue5oFOcx5JHfbqn3CJtDR94RfbU/s1600/rak.jpg
Tempat tabung reaksi

24.
Bola Hisap

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLYl6vSnkjkkjiuzfkhvj1MDiAEF0BHWt7F367bAzn0pYIoxK0sHgc399BLi_aMpB7ih7Ot0Bd8ASz_SzmqZXDZ1nswqMHKDA6pM4sdNEntvM8akTg1eOBUpQnY7uBKG2ciMuiBlV1ROIv/s1600/bola+hisap.jpg
Menghisap larutan yang akan diukur

25.
Kawat kasa

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmUi1u4J2yTyceHQReH3BCg6rVLgDdoM-PZuADDV5eQ6v-5xGpRJvzp8BmnE1VVzWBSKDrn2nFHTEHLdoJyIK95cPduRTEDJd1DZUVrs_S4tKJ5E_3Ym5GdVg8p_FfksNVJbsb1Wf4hEiT/s1600/kawat+kasa.jpg
Sebagai alas penyebaran panas

26.
Buret

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidpaWEGWYwNjNHjhL9fuvnTUGDmb1LzCmd-NHYVHsfiDI1hwTJUrhCrXpkDpgy5esjBUnMzBbRYbiVpb9U5nNs0R8srggDFrWcSm9OyyfcbzEZzZAa10rs_ICVC2i82uMkQrRiC9NQPD7-/s1600/buret.jpg
Mengeluarkan larutan dengan volume tertentu

27.
Plat Tetes

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3PKWjF678N3XgXnZjwd_284P2U7aOSwgd1UvplynugrjPhirZ7nFBy4a-g_HBEKA5p7DmNHlysQKRbD04gWlGbweH5IVr7IJGDAqDOiBUimoFTkAB5SJQidY7Jc6FrcBOhhV_F55ORGuU/s1600/palat.jpg
Tempat untuk mereaksikan zat dalam jumlah kecil
28.
Lemari Asam

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsYbms5WP4DSUYIwBo5TfTOFMiY9QqmzBXvCnpOFj06S7J9yZAnpbYJjBXKpWgzHNjIfdR2xhrIVQSJOcuRfxJLNw3xMndeQnQn4wuVyoawhOZ9YvtpicDw5FmbP3tF82ym7THeQD3CE2J/s1600/lemari+asam.jpg
Menyimpan larutan yang bersifat asam

29.
Oven

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivVv-scV4ez3mEN8o6w2GbSrEZ66axRKX8nmFESWZIOyMdCHoYyL9f_1Dpt1ws1JNaQOkeAe1a3FfVu6XzONpNueLC42ECtqQ5GxyIK7mDc529ojpA4S2mdrpI89tkWglTjlCnox8Nri6m/s1600/oven.jpg
Mengeringkan peralatan yang akan digunakan

30.
Neraca
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkvhxQwzHLQnSXtbkF5egZYuX37rJB2YYw59-44YwMQrwM_X71KoP4UXLfxf-fausQGDZAA4iLJSREpGwdunaNXJkGLcxXL6xOxGExz4YtrSGuRQsPmkIPefrIkxFXN5xgQjRMLL_AZmer/s1600/neraca.jpg
Mengukur jumlah zat yang diperlukan

31.
Bunsen

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgD-H5RHNes52wJvJHdBwvp9wZqJAL6TdSWqEqGtvSjjDr5WPptHYQIK7TaOIIofT2dGW3YxzH6bKQeFwv2ac1zfUzMl4CUNfQHOABArO6yIzmWpr4id2cB20YG9q52XtZ68m9rwkAPQGIO/s1600/bunsen.jpg
Keperluan penggunaan api
32.
Kertas indikator

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3lf8ttunkQCwdpHlDit5Idlnb4b4rpYLOlrQbPRJPe4oxUvN1r-Y7BquVomWJvW0dk66q7g3RI72yVTVZS3vpjhHklXAsuvGUt8B2Ga4X5DeRPq0rRHbvYZox_Uf8T7cpcK4RD9_Ek0lP/s1600/indikator-universal3.jpg
 Menentukan pH larutan
33.
Centrifuge

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiib_FCixYErw5YgsWa2n-ZgiJB-Q78yllKJRPjIqCwDCkyOfR6TKGtaQEmdoA_Cl2QNKiptPcWOhXi_T6g6ggjyGz-01db6_C-Tv_CxYHJDgzuWWd6be53Hbu43PyImrLqzhZcEXIZ5t_n/s1600/centrifuge.jpg
Memisahkan dan mengendapkan padatan dari larutan
34.
Eksikator

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUSRwbd33fdLe3wFfCXYFdxyten9je6t_029t2e6En2kq43Utb4ZoofeGRFy7GhY2gYgzNvcjXoQA-PADc4F17sEVK7MxJF4ymZxb3aanQuO1JxVZA0ZTG5MRF2yJRay5P_WQyLiWkaIbR/s1600/eksikator.jpg


     Mendinginkan zat
35.
Corong Pisah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTZQHCGvnBqSlmnENFqAtnRaoVicbL6Tx61WNgoh-iwDRXQ7zq3mlTcJHpPoUV6cD88Jg5TY8UHsPK0MtO__mytlvGh2hatwe0IJ-mjdVAfEZgDSlx6ZJGUBiPwqUrqzjpdkquZGZl3gN5/s1600/corong+pisah.jpg
Memisahkan larutan dan gas

36.
Mikropipet

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirTNZmdFjtF9Gd43NckMTNbQ-UJXj-FkfJSjmGAnmBfgG3c5brj3HvDFCqnq4tr5ZsrWX0kHT3AaIf63KXN_9hKgm9cX2fyTmWRTdnxpy8Fv8_2zscF0lhxQihsl8w8JRt7ZWUGnO6isI_/s1600/mikropipet.jpg
Memindahkan cairan dengan volume yang sangat kecil