PENGOBATAN HERBAL
Pengobatan herbal (herbalism) adalah
pengobatan tradisional atau pengobatan rakyat mempraktekkan yang didasarkan
pada pemakaian tumbuhan-tumbuhan dan ekstrak tumbuhan. Herbalism adalah juga
dikenal sebagai pengobatan berkenaan dengan penggunaan tumbuhan untuk
pengobatan, medis secara herbal, obat herbal, herbology,
dan phytotherapy. Kadang-kadang lingkup dari obat bahan tumbuhan yang
dipergunakan diperluas termasuk produk-produk jamur dan lebah, mineral-mineral,
kulit/kerang-kulit/kerang dan bagian binatang tertentu.
Pengobatan Herbal dan Kembali ke alam adalah
dua phrase kata yang banyak kita dengar akhir akhir ini. Pengobatan secara
herbal merupakan pilihan alternatif yang banyak diminati masyarakat terutama
dalam bidang pengobatan.
Di catatan sejarah, studi mengenai
tumbuh-tumbuhan herbal dimulai pada 5,000 yang lalu pada bangsa
Sumerians, yang telah menggunakan tumbuh-tumbuhan herbal untuk kepentingan
pengobatan, seperti itu seperti pohon salam, sejenis tanaman pewangi, dan
semacam tumbuhan. Orang-orang Mesir dari 1000 BC. dikenal untuk memiliki
digunakan bawang putih, candu, minyak jarak, ketumbar, permen, warna/tanaman
nila, dan tumbuh-tumbuhan herbal lain untuk pengobatan. Dalam dokumen Kuno juga
menyebutkan penggunaan tanaman/jamu herbal, termasuk tanaman mandrak (beracun),
vetch, sejenis tanaman pewangi, gandum, jewawut, dan gandum hitam. Bangsa
Yunani dan bangsa Roma kuno melakukan penggunaan tanaman herbal untuk
penyembuhan. Sebagaimana tertulis dalam catatan Hipocrates, terutama Galen
praktek bangsa Yunani dan Roma dalam pengobatan herbal
menjadi acuan dalam pelaksanaan pengobatan di
barat pada kemudian hari. Yunani dan praktek-praktek Roma yang berhubung dengan
obat, seperti yang dipelihara di dalam tulisan Hippocrates dan - terutama
-Kekasih, yang dengan syarat pola-pola untuk pengobatan barat yang kemudiannya.
Hippocrates menganjurkan pemakaian herbal yang sederhana, seperti udara yang
sehat,segar dan bersih, istirahat dan diet yang wajar.
Sejak jaman dulu kala, dimana pengobatan ala
barat belum dikenal, penggunaan tanaman berkhasiat obat atau lebih umum dikenal
dengan herbal sebenarnya sudah dilakukan oleh masyarakat. Tetapi lambat laun
tersingkirkan karena pengaruh perkembangan pengobatan kedokteran yang pesat dan
menjadikan herbal sebagai alternatif pilihan saja.
Padahal sejak zaman kerajaan kerajaan di
nusantara waktu lampau sudah banyak terbukti keampuhan dan khasiat herbal, dan
disamping itu lebih murah meriah dan efek samping yang ditimbulkan sangat
kecil. Tetapi walaupun begitu masih banyak masyarakat kita yang meragukan
khasiat herbal.
·
Manfaat
Obat-obatan herbal berfungsi melemahkan racun
untuk proses penyembuhan penyakit pada manusia, yaitu mengendalikan dan
membunuh kandungan racun dalam tubuh manusia. Selain itu obat-obatan herbal
juga dapat membentuk zat kekebalan tubuh (antibodi) yang tidak dimiliki tubuh
manusia, dengan tujuan melindungi dari unsur yang merusak organ tubuh.
Obat-obatan herbal juga dapat
memperbaiki jaringan tubuh yang rusak,sebagai contoh obat herbal yang berasal
dari ramuan mahkota dewa dapat menyembuhkan penyakit kanker, tumor dan jantung.
Terapi pengobatan dengan herbal (tumbuhan berkhasiat) bermanfaat untuk
memperbaiki sel-sel organ tubuh yang rusak akibat radang dengan penyembuhannya bersifat
permanen.
·
Efek Samping
Pada
prinsipnya, obat-obatan herbal memiliki potensi efek samping yang sama dengan
obat-obatan sintetis atau konvensional. Tubuh kita tidak bisa membedakan antara
pengobatan menggunakan herbal dengan pengobatan sintetis. Produk obat herbal
merupakan bagian-bagian dari tumbuhan (misalnya akar, daun, kulit, dll) dan
mengandung banyak senyawa kimia aktif. Senyawa ini, selain mempunyai khasiat
penyembuhan juga dapat memiliki efek samping yang dapat merugikan.
Para ahli pengobatan herbal meyakini bahwa penggunaan kombinasi ekstrak tumbuhan memiliki efek penyembuhan yang lebih ampuh dibanding dengan hanya menggunakan satu komponen tumbuhan saja. Kombinasi dari tumbuh-tumbuhan ini memiliki efek sinergi, yang saling melengkapi dan bahkan menambah daya khasiatnya. Kombinasi ini juga diklaim dapat mengurangi efek samping yang tidak diinginkan, misalnya dapat mengurangi kejadian keracunan dibanding hanya dengan menggunakan satu jenis herbal. Namun, secara teoritis, kombinasi zat kimia aktif dalam beberapa jenis herbal juga bisa berinteraksi untuk membuat ramuan herbal menjadi lebih beracun daripada menggunakan satu jenis herbal.
Para ahli pengobatan herbal meyakini bahwa penggunaan kombinasi ekstrak tumbuhan memiliki efek penyembuhan yang lebih ampuh dibanding dengan hanya menggunakan satu komponen tumbuhan saja. Kombinasi dari tumbuh-tumbuhan ini memiliki efek sinergi, yang saling melengkapi dan bahkan menambah daya khasiatnya. Kombinasi ini juga diklaim dapat mengurangi efek samping yang tidak diinginkan, misalnya dapat mengurangi kejadian keracunan dibanding hanya dengan menggunakan satu jenis herbal. Namun, secara teoritis, kombinasi zat kimia aktif dalam beberapa jenis herbal juga bisa berinteraksi untuk membuat ramuan herbal menjadi lebih beracun daripada menggunakan satu jenis herbal.
Efek samping ini dapat terjadi dalam beberapa
cara, misalnya keracunan, kontraindikasi dengan obat lain, dan lain-lain.
Beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan obat-obatan herbal antara lain:
- Keamanan obat herbal pada umumnya;
- Kandungan racun yang mungkin dikandung tanaman herbal yang digunakan;
Efek yang merugikan pada organ
tertentu, seperti sistem kardiovaskuler, sistem saraf, hati, ginjal dan kulit;
- Keamanan obat-obatan herbal untuk pengguna yang rentan, misalnya: anak-anak dan remaja, lansia, wanita selama kehamilan dan menyusui, pasien dengan kanker dan pasien bedah;
- Interaksi yang mungkin terjadi di antara komponen obat herbal;
- Waktu penggunaan yang tepat.
Contoh penggunaan obat herbal yang
perlu diperhatikan:
Daun Seledri (Apium graveolens)
Tanaman
ini telah terbukti mampu menurunkan tekanan darah, tetapi pada penggunaannya
harus berhati-hati karena pada dosis berlebih (over dosis) dapat menurunkan
tekanan darah secara drastis sehingga jika penderita tidak tahan dapat
menyebabkan shock. Oleh karena itu dianjurkan agar jangan mengkonsumsi lebih
dari satu gelas perasan seledri untuk sekali minum.
Indikasi :
dapat menurunkan tekanan darah (hipertensi)
Seledri mengandung phthalide
yang mampu untuk mengendurkan otot arteri sehingga menurunkan tekanan darah
bagi penderita hipertensi dan juga mengurangi produksi hormon stres.
Kontra
indikasi : dapat menyebabkan shock jika penggunaan berlebihan
Gambir
Gambir umum digunakan untuk menghentikan diare. Akan tetapi penggunaan lebih dari ukuran satu ibu jari justru bukan hanya menghentikan diare tetapi akan menimbulkan kesulitan buang air besar selama berhari-hari.
Gambir umum digunakan untuk menghentikan diare. Akan tetapi penggunaan lebih dari ukuran satu ibu jari justru bukan hanya menghentikan diare tetapi akan menimbulkan kesulitan buang air besar selama berhari-hari.
Indikasi ;
dapat menghentikan diare
Kontra
indikasi : dapat menimbulkan kesulitan BAB jika penggunaan berlebihan
Minyak Jarak (Oleum recini)
Minyak ini biasa digunakan untuk
mengobati urus-urus. Akan tetapi jika penggunaannya tidak terukur akan
menyebabkan iritasi saluran pencernaan.
Indikasi :
Dapat Mengobati urus-urus
Kontra
indikasi : menyebabkan iritasi saluran pencernaan jika penggunaan berlebihan
Keji beling atau pecah beling (Strobilantus crispus)
Tanaman
ini digunakan untuk mengobati batu ginjal. Akan tetapi jika pemakaian melebihi
2 gram serbuk sekali minum, bisa menimbulkan iritasi saluran kemih. Selain itu,
pada beberapa pasien yang mengonsumsi keji beling untuk mengobati sakit batu
ginjal, ternyata ditemukan adanya sel-sel darah merah dengan jumlah melebihi
batas normal pada urinenya. Kemungkinan hal ini disebabkan daun kejibeling
merupakan diuretik kuat sehingga dapat menimbulkan iritasi pada saluran kemih.
Akan lebih tepat bagi mereka jika menggunakan daun kumis kucing (Ortosiphon
aristatus) yang efek diuretiknya lebih ringan dan dikombinasi dengan daun
tempuyung (Sonchus arvensis) yang tidak mempunyai efek diuretik kuat tetapi
dapat melarutkan batu ginjal berkalsium.
Indikasi :
Dapat mengobati batu ginjal
Kontra indikasi : bisa menimbulkan iritasi
pada saluran kemih jika penggunaan berlebihan
-
Hipertensi / Darah Tinggi
Obat
Herbal yang diberikan untuk orang yang memiliki penyakit Hipertensi adalah yang
memiliki efek farmakologi hipotensif.artinya obat tersebut mampu menurunkan
tekanan darah. Demikian juga tanaman tersebut memiliki efek diuretik yaitu
merangsang pengeluaran air seni. Air seni yang sering keluar akan menyebabkan
ketegangan pembuluh darah rileks dan mengendur. Disamping itu digunakan juga
obat herbal yang memiliki fungsi memperbaiki sistem metabolisme tubuh. Agar
proses metabolisme lebih baik hingga pengobatan lebih
sempurna. Untuk Hipertensi yang tidak
diiringi dengan adanya komplikasi maka bisa menggunakan tanaman herbal sambiloto
dan Pegagan. jika hipertensi tergolong berat maka ditambah dengan tanaman
sambung nyawa.
Disamping itu hendaknya Mengurangi /
menghindari konsumsi garam yang berlebihan, minum kopi, alkohol, daging
kambing, durian, merokok, sayuran yang mengandung purin tinggi jika komplikasi
dengan asam urat.
- Kencing Manis ( Diabetes Militus )
Penyakit Diabets militus dicirikan dengan
tingginya kadar gula darah melebihi batas normal. Hal ini disebabkan rusaknya
sel-sel beta pada pulau-pulau langerhans . Oleh karena itu obat herbal yang
diberikan menggunakan herbal yang memiliki efek farmakologi hipoglikemik (
mampu menurunkan kadar gula darah ). Disamping itu obat tersebut juga berguna
memperbaiki sel-sel yang telah rusak. Tanaman obat yang digunakan untuk penyakit
kencing manis yang tidak di iringi komplikasi adalah : Daun Mimba, Brotowali,
Tapak Dara, dan sambiloto.
Hendaknya mengurangi atau berpantangan makan
makanan manis / bergula, makanan yang banyak karbohidrat, dan makanan berlemak
tinggi
- Batu ginjal / Batu Kandung kemih
Batu ginjal biasanya terjadi
karena adanya Proses pengendapan senyawa- senyawa kimia tertentu yang
mengkristal hingga mirip batu. Ia bisa terletak di ginjal sehingga disebut batu
ginjal atau di kandung kemih sehingga disebut batu kandung kemih. dalam
mengobati penyakit batu ginjal / kandung kemih digunakan obat herbal yang
berfungsi meluruhkan batu. Demikian juga digunakan obat yang berefek diuretik,
atau memperlancar pengeluaran air seni. ini dimaksudkan agar batu yang telah
diluruhkan itu dapat keluar dengan mudah lewat air seni . Untuk mengatasi
peradangan yang mungkin terjadi pada proses pengeluaran batu ginjal dan batu
kandung kemih . maka ditambahkan tanaman obat yang berfungsi menghilangkan dan
mengobati peradangan. Obat / tanaman herbal yang biasa digunakan untuk
mengobati batu ginjal / batu kandung kemih adalah Tempuyung, tapak liman, dan
sambiloto.Dianjurkan untuk minum banyak
air jika belum terjadi gaga ginjal kronis.
hendaknya mengurangi atau menghindari teh, kopi, softdrink, coklat, arbei,
jeruk, dan bayam.
-
Radang Kelenjar Prostat (
Prostatitis )
Obat herbal untuk penyakit ini adalah herbal
yang berfungsi sebagai anti peradangan ( anti inflamasi) , anti biotik, anti
racun, dan menghilangkan rasa sakit. diantaranya adalah Sambiloto, meniran dan
kumis kucing.
- Radang Tenggorokan
Radang tenggorokan adalah penyakit peradangan
yang menyerang organ di tenggorokan. Obat herbal yang digunakan untuk penyakit
ini adalah yang berkhasiat sebagai anto inflamasi ( peradangan ), anti biotik,
anti piretik ( penurun panas, demam ) dan analgesik ( pereda rasa sakit. Obat
herbal yang biasa digunakan adalah : rumput mutiara, sambiloto, kumis kucing.
Pengobatan secara medis dan dengan herbal
apabila dibandingkan, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan
tersendiri. Jika satu jenis obat medis secara spesifik menyembuhkan satu
penyakit, namun obat-obatan herbal mampu menjadi penawar rasa sakit berbagai
jenis penyakit. Obat-obatan herbal juga dapat memperbaiki jaringan tubuh yang
rusak,sebagai contoh obat herbal yang berasal dari ramuan mahkota dewa dapat
menyembuhkan penyakit kanker, tumor dan jantung. Pengobatan secara medis dapat
lebih mengoptimalkan darah sebagai indikator dan menjaga agar darah normal
secara klinis (pemeriksaan laboratorium), namun tanpa mempedulikan dampaknya
terhadap kerusakan organ tubuh lainnya.
Sebagai contoh suntikan cairan insulin untuk penderita diabetes ternyata memiliki potensi mengakibatkan rusaknya kelenjar tubuh yang biasanya memproduksi insulin.
Sebagai contoh suntikan cairan insulin untuk penderita diabetes ternyata memiliki potensi mengakibatkan rusaknya kelenjar tubuh yang biasanya memproduksi insulin.
Terapi pengobatan dengan herbal (tumbuhan
berkhasiat) bermanfaat untuk memperbaiki sel-sel organ tubuh yang rusak akibat
radang dengan penyembuhannya bersifat permanen.
Hubungannya dalam
kesehatan/keperawatan, pengobatan herbal dapat menjadi kombinasi dalam
pemberian asuhan keperawatan, apa lagi banyak masyarakat sekarang mulai mencari
alternatif lain untuk mencegah penyakit dan kesehatannya. Pengobatan herbal pun
semakin mendapat tempat dimasyarakat. Pengobatan herbal dapat menjadi terapi
pengobatan dalam kesehatan/keperawatan guna untuk mendapatkan hasil yang lebih
optimal dalam mengobati pasien.
Penelitian meta-analisis terhadap tanggapan
dokter mengenai pengobatan alternatif menunjukkan bahwa dari 12 penelitian yang
berbeda , dokter memberikan jawaban yang positif terhadap keberadaan pengobatan
alternatif, terutama terhadap akupuntur, osteopati, homeopati, dan
chiropractic. Pada 5 penelitian diantaranya ditanyakan mengenai bermanfaat atau
tidaknya pengobatan alternatif tersebut. Tanggapan dokter yang menjawab bahwa
pengobatan alternatif bermanfaat berkisar dari 54 % sampai 86 %. Dapat
dikatakan di sini bahwa sebagian besar dokter setuju bahwa pengobatan
alternatif bermanfaat pada penyembuhan penyakit.
Penelitian Verhoef et all, pada pasien tumor
otak yang menggunakan pengobatan alternatif menunjukkan dua pertiganya
menyatakan bahwa pengobatan tersebut bermanfaat. Secara umum pasien mengatakan
bahwa tingkat energi meningkat dan merasa lebih sehat fisik dan mental. Pada
sepertiga pasien mempunyai harapan yang tinggi bahwa pengobatan alternatif ini
mampu mengecilkan dan menghilangkan tumornya.
Penelitian Ernaldi bahar dkk, terhadap
gangguan kesehatan jiwa pada anak dan remaja di Palembang menunjukkan bahwa
orang tua penderita percaya bahwa pengobatan tradisional lebih kompeten dan
mampu mengobati kesehatan jiwa anaknya. Penelitian Kessler et all, pada pasien
yang menderita ansietas dan depresi didapatkan data bahwa sebagian besar pasien
menyatakan pengobatan alternatif sama berguna dengan pengobatan konvensional.
Dalam suatu diskusi panel National Institut of Health ( NIH ) yang
dihadiri oleh 23 ahli di bidang kedokteran perilaku, penanganan nyeri, ilmu
jiwa, ilmu saraf dan psikologi ditemukan berbagai bukti kuat bahwa penggunaan
teknik relaksasi dan terapi perilaku dapat mengurangi rasa nyeri dan masalah
insomnia akibat berbagai kondisi penyakit ( 18 ). Diskusi Panel NIH pernah juga
memberikan simpulan bahwa akupuntur efektif untuk mengurangi nyeri gigi, mual,
muntah, nyeri kepala dan nyeri pinggang bawah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar